ICDIF-LPPI Terima Kunjungan Ilmiah Mahasiswa UIN Jakarta

Perkembangan dunia perbankan dan keuangan syariah di tanah air yang semakin tumbuh pesat mendorong keingintahuan lebih dalam mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah yang tergabung dalam Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) untuk berdiskusi lebih dalam tentang dunia perbankan dan keuangan syariah dengan International Center for Development in Islamic Finance (ICDIF) LPPI.

Bertemakan Kunjungan Ilmiah, 61 orang mahasiswa UIN ini diterima oleh Kepala Divisi Konsultasi dan Pengembangan Keuangan Syariah ICDIF-LPPI Chamida Nurhidayati beserta jajaran di Ruang Amphiteater 101 – Kampus Bumi LPPI, Senin (21/11) lalu.

Kunjungan setengah hari ini diisi oleh diskusi dan tanya jawab dari para peserta kepada narasumber dari ICDIF-LPPI yang diwakili oleh Kepala Bagian Operasional Program Keuangan Syariah Helda Rahmi Sina beserta staff yang mengulas tentang prospek, tantangan dan hambatan serta upaya untuk lebih memajukan perbankan syariah di tanah air.

Menurut Helda, ICDIF-LPPI berupaya semaksimal mungkin untuk mensosialisasikan perbankan syariah kepada mahasiswa maupun ke sekolah-sekolah dengan tujuan agar pemahaman tentang perbankan syariah dapat diterima dan dipahami sedini mungkin. Sehingga, kemajuan industri perbankan syariah di tanah air dapat diimbangi oleh sumber daya insani yang memiliki pengetahuan dan pengalaman memadai.

Diharapkan setelah kunjungan ilmiah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah ini, upaya untuk memajukan perbankan dan keuangan syariah di tanah air dapat lebih tersosialisasi lebih luas dan terarah mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi yang mayoritas memeluk agama Islam. (adm/tp)
#dimuat di kolom website ICDIF-LPPI (Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia) http://www.lppi.or.id/index.php/module/Blog/sub/4/id/icdif-lppi-terima-kunjungan-ilmiah-mahasiswa-uin-jakarta

tabloid LiSEnSi : wawasan mengenai masa depan perekonomian

Acara LiSenSi goes to BSM and LPPI


Zoom

LiSEnSi Goes to BI


Zoom

Undangan Kajian Ekonomi Islam Syawal (KEISYA)

lisensi keisyaZoom

bismillahirrahmanirrahim ,

” Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. ” (QS. MUHAMMAD : 7 )

“ Sesungguhnya Allah mencintai orang – orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan – akan seperti suatu bangunan yang kokoh. ” ( QS. AS-SAFF : 4 ) Continue reading

Good Service for Character Building

Perusahaan boleh saja mengalokasikan jutaan bahkan miliaran rupiah untuk promosi produk/jasa yang dihasilkan lewat iklan. Tapi, promosi yang paling efektif justru melalui word of mouth alias mulut ke mulut. Hal itu dapat terjadi jika kepuasan pelanggan akan produk yang dihasilkan terpenuhi karena pelanggan yang puas akan menjadi juru bicara produk secara lebih efektif dan meyakinkan (Hermawan Katajaya: 2007). Kepuasan pelanggan mustahil terjadi tanpa servis yang prima sebagai salah satu  variable independen yang mempengaruhi penjualan.

Nah teman-teman, mari kita kupas seluk beluk dari servis ini. Servis seringkali dimaknai sebatas layanan sebelum, selama dan sesudah transaksi. Padahal, servis maknanya sangat luas dan dapat dikembangkan ke berbagai kemasan. Dengan servis, kita dapat memberikan solusi kepada konsumen seiring perkembangan zaman yang dinamis, contoh Nokia 810 Car Phone, salah satu produk handphone terbaru nokia yang melayani kebutuhan komunikasi di dalam mobil. Continue reading

Isu Global Tentang Kapitalisme

Sebelum mengenal uang kertas manusia terlebih dahulu mengenal barter untuk memenuhi kebutuhannya. Ikan ditukar padi, kerbau ditukar sapi, garam ditukar rotan, dsb. Setelah itu manusia mengenal logam mulia sebagai alat transaksi, logam mulai dalam hal ini adalah emas dan perak. Pada masa Rasulullah, emas dan perak yang digunakan untuk melakukan transaksi. Emas dalam bentuk dinar, dan perak dalam bentuk dirham, dengan rasio 3 dinar sama dengan 7 dirham. Sebenarnya Rasulullah bukan orang pertama yang menggunakan dinar atau dirham. Mata uang dinar sebenarnya adalah mata uang Byzantium atau Romawi, sedangkan mata uang dirham adalah mata uang Persia. Hal ini membuktikan bahwa anggapan yang menyebutkan dinar dan dirham adalah berasal dari Islam adalah salah. Keduanya bukan dari Islam. Hal ini membuktikan bahwa Islam bukan sebuah agama yang mengagungkan simbolitas, namun Islam melihat substansi yang sangat luar biasa yang bisa mendatangkan keadilan dari suatu sistem meskipun sistem tersebut bukan dari Islam. Continue reading

Tab “Download” Baru di Blog Lisensi

Alhamdulillah, di pengurusan LiSEnSi 2010-2011 berinisiatif untuk mengunggah file-file hasil kajian yang telah kami lakukan pada setiap pekannya. File-file tersebut kami unggah di tab khusus yakni tab “download file“, sahabat LiSEnSi bisa mengunduhnya secara gratis dengan mengklik file yang diinginkan. File kajian yang kami unggah rata-rata berekstensi .pdf, silakan sahabat untuk mengunduhnya!

Terima kasih.

MaKSi (Masa Kaderisasi LiSEnSi)

ZOOM

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.